Bagaimana Bacaan Makmum diBelakang Imam


بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد :

Bagaimana Bacaan Makmun Dibelakang ImanIman

Pertanyaan : Langsung saja ya ustadz.

1. Bagaimana bacaan seorang makmum saat shalat? Apakah hanya menyimak bacaan imam saja atau bagaimana?

2. Bagaimana untuk bacaan seorang imam (shalat yang bacaannya siir dan jahr). Sering saya temukan ada imam yang antara bacaan alfatihah dan ayat ada jeda waktu dia diam yang cukup lama. Bagaimana dengan hal itu?

Mohon penjelasannya.

Terimakasih sebelumnya.

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Irul, Mataram

Jawaban : Wa’alaikum salam warahmatullah wabarakatuh

Bismillah, segala puji bagi Allah, selawat serta salam atas Rosulillah -sholallahu ‘alaihi wasallam-

1. Berkaitan dengan bacaan makmum dibelakang imam, maka berikut penjelasannya :

– Bacaan makmum dibelakang imam pada sholat sirriyah (sholat yang imam tidak mengeraskan bacaannya) dan setelah rekaat kedua pada sholat jahriyah (yang mana imam tidak mengeraskan kembali bacaannya), maka bagi makmum untuk membaca Al-Fatehah sendiri-sendiri.

– Bacaan makmum dibelakang imam pada dua rekaat awal sholat jahriyah, maka dalam perkara ini para ulama berbeda pendapat. untuk penjelasan perbedaan pendapat tersebut silahkan baca artikel Hukum Membaca Al-Fatehah Dibelakang Imam.

2. Adapun diamnya imam sejenak setelah membaca surat Al-Fatehah adalah hal yang hasan (baik). karena dengan itu telah mengamalkan dan telah menggabungkan antara dua pendapat para ulama yang berbeda terkait bacaan makmum dibelakang imam. sebagian ulama mewajibkan diam dan mendengarkan ketika imam membaca Al-Fatehah atau ayat setelahnya berdasar firman Allah :

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya : “Dan apabila dibacakan Al Quran, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat.” (QS Al-A’raf : 204)

Adapun para ulama yang membolehkan membaca Al-Fatehah dibelakang imam ketika imam sedang membaca Al-Fatehah berdasarkan sabda Rosullullah -sholallahu ‘alaihi wasallam- :

لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَم يَقْرَأْ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

Artinya : “Tidak dianggap telah sholat bagi orang yang belum membaca pembuka al-quran (surat al-fatehah).” (HR Bukhori dan Muslim)

Dan imam yang berhenti sejenak antara bacaan Al-Fatehah dan ayat-ayat setelahnya maka beliau memberi waktu kepada makmum untuk membaca Al-Fatehah sendiri-sendiri. hal tersebut sebagai pengamalan dan penggabungan dari dua pendapat yang berbeda tersebut.

wabillahi at-taufiq

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: