Ngapain PUTUS ASA


ngapain PUTUS ASA

Apakah engkau sedang bersedih? Apakah jiwamu sedang merana? Ketika malam sunyi tiba dan kau terjaga dengan hati yang pedih, kau ingin menjerit. Ingin menangisi segala hal yang menimpamu. Tetapi sering suaramu hanya terpendam di dalam dada. Kau merasa kesepian, ditinggalkan, dibohongi, dikhianati atau dilanda ketidakberdayaan menghadapi hari esok yang kelam. Kau seorang diri. Kesepian. Tak mampu berbuat apa-apa.

Kadang kau ingin mengutarakan perasaanmu kepada orang lain. Tetapi tak ada yang datang. Atau tak ada yang mau mendengarkan. Atau malah mendengarkan sambil memberi nasehat yang malah kian membolongi perasaanmu. Ya, kadang segala sesuatu yang kau ingin lakukan hanya seperti membentur dinding baja. Lalu kaupun terkulai. Merasa tak berguna. Hidup dalam kesia-siaan. Hampa. Kosong. Putus asa. Mati.

Tetapi janganlah takut. Kau bukanlah satu-satunya yang mengalami kekosongan dalam hidup ini. Ada banyak bahkan sebagian besar dari kita pernah, sedang atau akan mengalami hal tersebut. Suatu saat, setiap manusia yang sadar, pernah, sedang dan akan mengalami duka lara yang sedemikian perih di dalam kehidupan ini. Hidup memang tidak mudah. Tetapi karena itu pula hidup menjadi bermakna. Kapasitas kita menghadapi menerima dan menghadapi serta memecahkan cobaanlah yang akan menentukan kekuatan iman kita. Maka kesulitan, bila datang menimpamu, haruslah dihadapi. Jangan menghindar atau melarikan diri.

Bukankah Tuhan sendiri telah memberi kita teladan untuk menghadapi segala cobaan hidup?

Janganlah engkau bersedih hingga terbenam dalam keputus-asaan. Hidup mungkin pahit. Hidup memang sering bermandikan duka. Bahkan kadang hidup memerlukan pengorbanan batin dan raga kita. Tetapi selalu ada cahaya di depan. Selalu ada harapan.

Jadi bila terjadi kegelapan dalam hidupmu, janganlah mengutuk tetapi nyalakanlah lilin. Bila kegelapan meliputi seluruh dunia ingatlah bahwa hanya dalam gelap akan kau temukan bintang yang cemerlang.

Dan bahkan, bila mendung sedemikian tebalnya menyaputi dunia hingga hanya kekelaman saja yang membutakan kehidupan, jadilah lilin. Terangilah dunia walau kau akan habis melumer. Sebab kita semua adalah terang dunia. Dan sinar kita akan menjadi pelita bagi orang-orang yang merangkak dalam gelap. Menyalalah dengan perbuatanmu agar engkau menjadi cahaya cinta kasih Tuhan sendiri.

Putus asa? No way!!

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: